jjeon-money.com – Banyak orang mulai berinvestasi dengan pertanyaan “mana yang paling cuan?” Pertanyaan itu jarang berguna.
Yang lebih berguna: berapa porsi uangmu di tiap tempat, dan kenapa. Saham, reksa dana, dan emas punya karakter yang berbeda. Kalau porsinya pas, satu aset yang jatuh tidak ikut merusak seluruh rencana keuanganmu.
Urutan yang benar: sebelum bagi portofolio, beresin ini dulu
Banyak orang langsung memilih instrumen padahal fondasinya belum ada. Urutan yang umum dipakai:
- Dana darurat. Simpan di instrumen yang gampang cair dan nilainya stabil, misalnya tabungan atau reksa dana pasar uang. Besarnya tergantung kondisimu (status pekerjaan, jumlah tanggungan).
- Lunasi utang berbunga tinggi. Pinjaman konsumtif dan kartu kredit biasanya bunganya lebih tinggi daripada hasil investasi yang realistis.
- Baru investasi. Uang yang masuk di sini idealnya tidak kamu butuhkan dalam waktu dekat.
Kalau langkah 1 dan 2 belum jalan, portofolio secanggih apa pun gampang bubar saat ada kejadian mendadak. Kamu terpaksa jual rugi di waktu yang salah.
Cara menjalankannya, langkah demi langkah
Langkah 1: Tulis tujuan dan tenggat. “Dana pendidikan tahun 2032” beda perlakuan dengan “pensiun 25 tahun lagi”.
Langkah 2: Ukur ketahananmu. Tanyakan dengan jujur: kalau portofolio turun 20%, apakah kamu tetap tidur nyenyak dan tidak panik jual? Kalau tidak, kurangi porsi saham.
Langkah 3: Pilih persentase target. Ambil salah satu kerangka di atas sebagai titik awal, lalu sesuaikan.
Langkah 4: Mulai dengan produk sederhana. Reksa dana indeks atau campuran bisa jadi pintu masuk. Beli saham individual hanya kalau kamu mau meriset sendiri.
Langkah 5: Cicil rutin. Beli dengan nominal tetap tiap bulan. Kamu tidak perlu menebak waktu terbaik.
Langkah 6: Rebalancing berkala. Misalnya setahun sekali, atau saat porsi melenceng jauh dari target. Contoh: target emas 10% tapi harga emas naik sampai porsinya 16%. Kamu bisa menjual sebagian atau mengarahkan setoran baru ke aset lain. Tujuannya mengembalikan risiko ke level yang kamu pilih, bukan memburu untung.
Waspada investasi ilegal
OJK mencatat 35.438 pengaduan entitas keuangan ilegal pada 1 Januari–30 September 2026. Sebagian besar soal pinjol ilegal (31.571), lalu investasi ilegal (3.645). Satgas PASTI menutup 242 entitas investasi ilegal dalam periode itu. Beberapa pegangan sederhana:
- Janji untung pasti dan tinggi itu alarm.
- Cek izin perusahaan dan produknya di OJK atau Bappebti, sesuai jenisnya.
- Cocokkan nama badan hukum lengkap, bukan nama brand.
- Jangan transfer ke rekening pribadi.